KIRIM CERITA ANDA KE EMAIL KAMI

TERPAFAVORIT

IKLAN BLOG

Total Tayangan Laman

TINGKATKAN KUALITAS PERTANIAN KARAWANG TAMBAH JUMLAH PENYULUH

Ditulis Oleh Administrator Karawang


Friday, 20 March 2009
Sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian di Kabupaten Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menambah jumlah tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL). Untuk tahun 2009 ini, Para penyuluh tersebut dilepas secara resmi untuk bertugas oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar di Lapang Karang Pawitan, Jumat (20/3).


Para penyuluh lapangan tersebut merupakan pengadaan yang dilakukan oleh Departemen Pertanian Republik Indonesia untuk daerah-daerah yang memiliki potensi pertanian yang cukup tinggi. Untuk Kabupaten Karawang sendiri mendapatkan alokasi sebanyak 89 tenaga penyuluh yang berstatus sebagai Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu (THL-TB). Jumlah tersebut dibagi menjadi 3 angkatan, yaitu tahun 2007 sebanyak 13 orang, Tahun 2008 sebanyak 33 orang, dan tahun 2009 sebanyak 43 orang.


Bupati Dadang S. Muchtar dalam kesempatan tersebut mengatakan, hari ini, Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi melepas para tenaga penyuluh pertanian baru untuk bertugas di lapangan. Mereka merupakan para penyuluh yang diangkat oleh Departemen Pertanian. “Hal ini merupakan salah satu upaya Deptan untuk membantu daerah-daerah yang memiliki potensi pertanian yang tinggi,” jelasnya.Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa para penyuluh pertanian tersebut seluruhnya merupakan warga asli Karawang, sehingga diharapkan keberadaan mereka dapat lebih menguasai wilayah. “Selain itu, karena asli Karawang, mereka tentunya akan lebih memiliki dedikasi yang tinggi,” imbuhnya.


Bupati menambahkan sektor pertanian di Kabupaten Karawang masih eksis, dengan luas lahan pertanian mencapai 97 ribu hektar. “Guna mendukung eksistensi pertanian tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang telah membatasi perijinan untuk lahan sawah teknis sehingga tidak berubah fungsi,” jelasnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Karawang, Ir Nachrowi menyebutkan, dengan ditambahnya 89 penyuluh dari Departemen Pertanian tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang saat ini telah memiliki 223 tenaga penyuluh. Jumlah tersebut, terdiri dari penyuluh PNS sebanyak 125 orang, CPNS sebanyak 6 orang, kontrak sebanyak 3 orang, dan THL-TB sebanyak 89 orang




Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 20 March 2009 )

Read More

GAJIH = GAJI

Semua Orang tau gajih adalah bagian dari daging yang berwarna putih yang menempel pada karkas atau daging utama, ada juga yang menyebutkan gajih adalah "kerewedan" (istilah Priangan) yang biasa dipake untuk nyate.

Saya masih ingat ketika masih di kampung dulu, menjelang munggah puasa atau hari rayagung (idul adha) anak-anak sebaya saya rame pada manggang sate gajih. Biasanya dipanggang diatas bara arang batok kelapa, ketika cairan lemak telah menetes dan membasahi arang batok kelapa maka aroma gurih pun menyebar ke seantero kampung.

Makanan Favorite saya adalah sate (mohon maaf) testis domba jantan, kandungan lemaknya sangat tinggi, dicocol dengan sambel kecap enaknya luaaaaaar biasa, konon kabarnya untuk meningkatkan vitalitas kaum adam. Setelah tau makanan berkolesterol tinggi kurang baik untuk kesehatan, saya pun jadi urung makan daging domba juga sate testisnya.

Setelah masuk THL kebiasaan makan Gaji (tanpa huruf h dibelakang) kumat lagi, tapi yang pasti bukan makan Gaji Buta lho.Ngomong-ngomong soal gaji, dua bulan kebelakang saya cukup dipusingkan dengan krang .... kring...nya telp/HP maupun SMS, semuanya sama menanyakan kapan gaji turun. Ada-ada saja cara teman kita mengekspresikan pertanyaannya, seperti Kang Jaenudin (THL Jatisari) ngirim SMS serba puitis, Ceu Ipah (THL Cilamaya) sang super heboh, cepat cepat buka rekening baru karena mungkin rekening lama udah penuh dengan gaji tahun yang lalu. Ada Ceu Tita (THL Rawamerta) yang adem ayem saja. Lain lagi dengan kebiasaan Ceu Ai (THL Tlk Jambe Timur) yang suka mengulang ulang pertanyaan. Yang paling ekstrim Kang Tatang (THL Klari) yang mau ngaborong di Ramayana kalau gaji udah keluar. Termasuk saya juga harap harap cemas bisi gaji gak juga keluar sampai nyembrang ke bulan depan.

Minggu ke tiga bulan ini kok tumben telp/HP pada sepi, gak ada satu kata pun SMS yang muncul di layar HP. Selidik punya selidik ternyata gaji bulan ini sudah keluar, itupun saya tau setelah cek ATM dan info dari Kang Umang Rukmana (THL Jayakerta). Pantes saya kehilangan kontak, karena mungkin teman-teman lagi "makmak-meukmeuk" menikmati uang gaji. Saking asyiknya, teman-teman pada lupa uang iuran yang seratus ribu belum pada bayar ke Bendahara (untuk acara piknik tea). Selamat menikmati uang gaji .........!! Ternyata Gajih = Gaji ?? Sama-sama enak dan sama-sama gurihnya

Wallahualam Bisawab

From : Kinkin Zaenal Mutaqin, SP

Read More

MENAGIH JANJI PRESIDENT

Tidak terasa sudah hampir empat bulan kurang sedikit sejak berakhirnya Jambore & Festival Karya Penyuluh II di Cibodas Cianjur Jawa Barat pada tanggal 29-30 November 2008.
Perhelatan yang cukup besar dan megah, banyangkan 4.500 Penyuluh dari seluruh Indonesia tumpah ruah di Cibodas.
Masih melekat dalam ingatan kita ada tiga entri point yang diucapkan oleh Bapak Presiden pada waktu acara tanya jawab, yaitu :

  1. Presiden akan mengeluarkan "Peraturan Presiden" sebagai payung hukum pembentukan "Kelembagaan Penyuluhan Pertanian" baik ditingkat propinsi maupun kabupaten/kota sebagaimana yang diamanatkan dalam UU N0.16/2006 (SP3K). Karena sejak diundangkan tanggal 15 November 2006 : baru 19 propinsi dari 33 propinsi dan 235 kabupaten/kota dari sekitar 440 kabupaten/kota yang sudah membentuk kelembagaan penyuluh. Secara spontan waktu itu Presiden Berkata, " Tagih saya selama sebulan "
  2. Pemerintah akan memberikan insentif yang layak kepada para penyuluh.
  3. Presiden menyatakan akan mengangkat THL TBPP secara bertahap dan tentunya dise-

suaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah. Tetapi hanya mengangkat penyuluh
terbaik berdasarkan performa dan kinerjanya.
Kita semua berharap mudah mudahan itu semua bukan hanya sekedar wacana?


From : Kepala Suku THL TBPP II

Read More

geropyokan di Desa Sumurlaban




nu saropan nya ari beri oge mahluk Allah, sing balener maraehanana ulah katangka di alamparkeun kitu.........





Read More

KABAR GEMBIRA


Teman-teman THLTBPP yang ku hormati......ada kabar gembira buat kita


sehubungan ada surat dari mentri pertanian kepada Pemda Kab karawang tentang pemberian honor yang gak dibayar pada kita....

untuk itu KaUPTD SDM Penyuluhan pertanian Kab Karawang, Bp. Yoyo Sutaryo.SPKP telah mengajukan usulan ke BAPEDA Karawang..... (semoga aja bp kita berhasil) HIDUP Bp.YOYO SURATRYO .........jasa moe kan aku ingat.



Read More

jajar LOGOWO2 di Desa Sumurlaban




jarak tanam 25x12.5x50cm,
kesulitan penerapan jarak tanam logowo dua cuma dari buruh tani yang belum terbiasa, hingga mereka meminta tanbahan upah kepada Bpk apang.
" dari peningkatan hasil tanam kemarin biasanya saya dapat 6 ton/ha, trus saya setelah menerapkan teknologi jarak tanam Logowo2 saya bisa mendapat 6,9 ton/ha...." ujar pak Apang tersembari senyum puas...... (terima kasih Pak Penyuluh....)





Read More

JAJAR LOGOWO 2 DI DS SUMURLABAN

dengan rasa terpaksa bapak apang (ket Poktan Dewisri) tanam padi menggunakan bibit tua (30hr) sebab musibah banjir yang melanda sawahnya.....
pada tahun kemari bpk Apang bisa meningkatkan produksinya sekitar 30%, karena mengikuti petunjuk PPL pendamping untuk menerapkan Teknologi jarak tanam jajar logowo 2,

Read More

PENYULUH PERTANIAN KARAWANG

RANGKING