FK-THL TBPP KARAWANG

KIRIM CERITA ANDA KE EMAIL KAMI

TERPAFAVORIT

IKLAN BLOG

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label ANGGARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANGGARAN. Tampilkan semua postingan

AMGGARAN PERTANIAN NAIK TERUS

fotoJakarta - Ada hal yang menarik saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdialog dengan peserta Pekan Nasional XIII Petani Nelayan melalui telekonferensi video, hari ini, Rabu 22 Juni 2011. Tak biasanya, Presiden SBY meminta para hadirin bertepuk tangan setelah ia memaparkan soal anggaran pertanian di hadapan peserta Pekan Nasional XIII Petani Nelayan.

Presiden SBY yang berada di Istana Negara, Jakarta, melakukan telewicara dengan peserta Pekan Nasional Petani Nelayan yang berada di Tenggarong, Kalimantan Timur. SBY mengatakan, anggaran yang dialokasikan negara untuk pertanian terus meningkat setiap tahunnya. Kenaikan anggaran itu mencerminkan perhatian pemerintah yang sangat besar untuk sektor tersebut.

Tahun 2005, jumlah anggaran untuk Kementerian Pertanian tercatat Rp 4,9 triliun. Besarnya terus naik, hingga Rp 8 triliun pada 2010, dan berlipat ganda menjadi Rp 16,7 triliun tahun ini. "Ini naik lebih dari 100 persen, boleh tepuk tangan petani," ujarnya dengan nada girang.

Yudhoyono yang didampingi antara lain Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi berada di Istana Negara, Jakarta. Sedangkan para petani dan nelayan bersama Menteri Pertanian Suswono serta Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Tenggarong, Kalimantan Timur. Acara ini sebelumnya telah dibuka oleh Wakil Presiden Boediono, pekan lalu.

Setelah SBY meminta tepuk tangan, hadirin yang berada di Istana Negara ataupun Tenggarong, petani ataupun bukan, lantas sibuk bertepuk tangan.

Menurut Yudhoyono, masyarakat perlu tahu bahwa anggaran pemerintah yang dikucurkan buat sektor pertanian sejatinya jauh lebih besar dibanding anggaran Kementerian Pertanian saja. Anggaran pertanian juga disalurkan melalui pemerintah daerah, serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk infrastruktur seperti irigasi. Ada pula subsidi pupuk dan benih serta kredit usaha rakyat bagi petani.



sumber : tempo

Read More

MENTAN BENTUK TIM PERUMUS RENSTRA PERTANIAN 2013-2035

Jakarta, 4/1/2011 Kementerian Pertanian membentuk Tim Perumus Rencana Strategis Jangka Panjang Pembangunan Pertanian 2013-2035 sebagai dasar arah penentu kebijakan dan cara kerja membangun pertanian menghadapi permasalahan, peluang dan tantangan ke depan.
“Pembentukan tim untuk menghadapi permasalahan mendasar di sektor pertanian yang lebih berat ke depan, seperti persoalan perubahan iklim global, lahan yang semakin sempit dan  pertambahan penduduk,” ungkap Menteri Pertanian Suswono pada pengukuhan tim di Jakarta, Selasa (4/1).
Tim perumus terdiri dari para  mantan menteri pertanian, para pengamat, peneliti, praktisi dan pejabat lingkup Kementerian Pertanian. Mereka diberi waktu dua tahun untuk merumuskan strategi tersebut, akan tetapi bila ternyata lebih cepat selesai, maka tahun 2011 ini sudah bisa dipakai kebijakannya. Mentan berharap kebijakan bisa digunakan oleh pemerintahan mendatang, tidak hanya oleh pemerintahan sekarang.
Menurutnya, tantangan pembanguanan pertanian ke depan semakin berat, antara lain pemenuhan kebutuhan pangan nasional, pencapaian penurunan angka kemiskinan dan rawan pangan, penguatan daya saing di pasar global serta pertumbuhan ekonomi nasional, pembangunan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, menyejahterakan petani, kemandirian pangan dan mengatasi kasus-kasus pembanguan pertanian.
“Masalah pertanian tidak bisa diselesaikan oleh Kementerian Pertanian sendiri, tetapi harus dibantu kementerian lain, seperti kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan lainnya serta pemerintah daerah. Jadi harus ada kerjasama lintas sektoral,” jelasnya.
Perencanan yang akan disusun diharapkan mampu menghasilkan rencana strategis yang mecakup visi,misi, tujuan dan sasaran arah kebijakan dan program pembangunan pertanian yang berkualitas. Seperti, rencana strategis yang visioner dan komprehensif, rencana yang mampu mengantisipasi tantangan global dan perdagangan internasional.
Rencana harus mampu menjadi rujukan semua pelaku pertanian dan sektor-sektor terkait, mampu menciptakan kemandirian pangan dan mengatasi masalah-masalah klasik pembangunan pertanian.
(Kominfo-Newsroom)

Read More

PENYULUH PERTANIAN KARAWANG

RANGKING