FK-THL TBPP KARAWANG

KIRIM CERITA ANDA KE EMAIL KAMI

TERPAFAVORIT

IKLAN BLOG

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label CORETAN THL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CORETAN THL. Tampilkan semua postingan

TERJANG SAJA KERAGUANMU



Yth. Para Pemuka Komunitas THL TBPP Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota dan segenap Rekan THL TBPP se-Indonesia

Assalamu’alaikum Wr Wb

Salam Perjuangan ...

Terdorong oleh semangat untuk terus mencoba menggali setiap peluang yang dapat berkontribusi positif bagi arah dan kelanjutan perjuangan dalam rangka memperjelas status kepegawaian kita – THL TBPP secara keseluruhan, maka dengan ini ijinkan saya melontarkan pemikiran untuk menjadi bahan kajian agar nantinya dapat menjadi tambahan  pilihan langkah disamping langkah yang telah ditetapkan saat ini.

Seperti telah kita ketahui bersama bahwa sampai saat ini rekan-rekan FK THL TBPP Nasional telah berketetapan untuk fokus pada pengawalan tindak lanjut pembahasan, pengesahan hingga realisasi atau implementasi kebijakan RUU ASN agar THL TBPP dapat dipastikan terakomodir dalam unsur PTT Pemerintah. Pilihan langkah ini tentu dengan kesadaran penuh bahwa jalan tempuh yang dilalui menjadi sedikit berputar atau melingkar alias tidak langsung mencapai sasaran (target utama : PNS Penyuluh Pertanian). Dengan kata lain kita memerlukan tahapan pengawalan yang cukup panjang dan relatif lama serta dengan kemungkinan resiko paling buruk, sebagian atau bahkan keseluruhan dari THL TBP tetap “mentok” pada posisi dan status PTT Pemerintah – kecuali bagi THL TBPP yang masih punya kesempatan mencoba upaya lain secara individual dan berhasil (mengikuti test CPNS reguler).

Atas dasar alasan di atas, maka tidak ada salahnya jika kita tetap mencoba mengeksplorasi kemungkinan atau peluang dari jalur lain. Sedari awal saya pribadi termasuk yang setuju dan mendorong pola perjuangan multi jalur dengan sejumlah pilihan langkah yang dilakukan secara simultan. Pola perjuangan yang demikian sangat penting dan perlu dengan pertimbangan bahwa jika satu pilihan langkah yang kita lakukan kandas maka kita masih punya harapan pada pilihan langkah yang lain.

Salah satu pilihan langkah dan telah lama menjadi bahan desakan sejumlah teman THL TBPP di Jawa Timur adalah perlunya kita memperjuangkan terbitnya payung hukum berupa Kepres tentang Pengangkatan Khusus THL TBPP menjadi PNS Penyuluh Pertanian. Secara pribadi saya berupaya bersikap dan menanggapi tekad, semangat dan desakan ini secara proporsional alias adil dan berimbang. Artinya, pada satu sisi kita perlu mengapresiasi positif harapan dan desakan tersebut – sekaligus pada saat yang sama kita perlu menyadari beratnya tantangan dalam mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan sebagai upaya dukungan bagi jalan tempuh (pilihan perjuangan) tersebut.

Dalam upaya ekplorasi itulah saya tertarik dengan salah satu dokumen baru KemenPAN-RB yakni Permenpan No 233 Tahun 2012 karena di dalamnya terkandung uraian yang menyiratkan mekanisme kebijakan Kepres.

Dokumen dimaksud di atas berjudul lengkap PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 233 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 197 TAHUN 2012 TENTANG KEBIJAKAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI JABATAN YANG DIKECUALIKAN DALAM PENUNDAAN SEMENTARA PENERIMAAN CPNS.

Pada bagian IV tentang PENYELESAIAN TENAGA HONORER, DOKTER PADA DAERAH TERPENCIL DAN TENAGA AHLI TERTENTU (PP NO 56 TAHUN 2012) diuraikan mekanisme penyelesaian bagi :
Tenaga Honorer Kategori I
Tenaga Honorer Kategori II
Pengangkatan Dokter pada sarana kesehatan milik Pemerintah menjadi CPNS
Pengangkatan Tenaga Ahli tertentu/khusus menjadi PNS
Yang menarik adalah pada uraian pasal tentang penyelesaian bagi Tenaga Ahli tertentu/khusus menjadi PNS mekanismenya adalah terbitnya Kepres. Dalam hal ini kualifikasi THL TBPP memenuhi syarat atau ketentuan kecuali dalam hal usia (tidak semua) dan ketentuan batas waktu pengabdian yakni sekurang-kurang telah mengabdi selama 1 tahun per 1 Januari 2006.

Substansi batas waktu pengabdian dan batas usia inilah yang perlu kita pertanyakan mengapa masih atau juga diterapkan pada tenaga golongan ke-4 (Tenaga Ahli tertentu/khusus). Penerapan secara kaku batas waktu statis 1 Januari 2006 (31 Desember 2005) di luar tenaga honorer K1 dan K2 jelas tidak mencerminkan situasi atau keadaan khusus tentang ketersediaan dan kebutuhan tenaga pada institusi atau instansi tertentu. Contoh nyata atau riil adalah pada kondisi ketersediaan tenaga penyuluh pertanian di lingkungan kerja Kementerian Pertanian (Kementan) pada periode antara tahun 2000 – 2005. Jika hanya mengandalkan pada jumlah Tenaga Honorer K1 untuk penyuluh pertanian se-Indonesia jelas sangat jauh dari kebutuhan riil atau obyektif di lapangan. Atas dasar kondisi inilah maka mulai tahun 2007 Kementan mengambil inisiatif melakukan perekrutan tenaga kontrak bernama THL TBPP dengan jumlah total awal sekitar 26.000 orang, yang kemudian menyusut hingga jumlah di bawah 23 ribu orang. Sebagai catatan sampai akhir tahun 2012, THL TBPP Angkatan I, II dan III berturut-turut telah mengabdi selama 6, 5 dan 4 tahun. Jika kemudian KemenPAN-RB tidak juga memberikan apresiasi khusus kepada tenaga kerja (THL TBPP) yang mengabdi kepada negara (baca : mendukung program pemerintah) dengan menjalankan tupoksi yang sama dengan PNS Penyuluh Pertanian, maka artinya THL TBPP hanya diserap peran dan fungsinya sementara status kepegawaiannya diambangkan. THL TBPP dalam hal ini ibarat batu-batu paving yang diletakkan untuk melengkapi tatanan atau hamparan batu-batu paving yang lain tapi dengan polesan cat dengan warna yang berbeda.  

Jika pada tahun-tahun 2007 – 2012 Kementerian Pertanian tidak melakukan perekrutan (baca : mengontrak secara berkesinambungan THL TBPP se-Indonesia), maka dapat dipastikan tugas-tugas pendampingan petani (melalui Gapoktan/Poktan) untuk mendukung sukses program pembangunan pertanian akan kedodoran mengingat jumlah PNS Penyuluh Pertanian yang terus menyusut jumlahnya dan makin tidak seimbang dengan luas atau cakupan wilayah binaan. Dari pengertian ini jelas bahwa THL TBPP secara prinsip dan substansial memenuhi ketentuan butir I. E. 2b bahwa ternyata ada satuan organisasi pada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang mengalami kekurangan pegawai maka dapat dipertimbangkan untuk diberikan penambahan pegawai untuk jabatan yang dikecualikan denga ketentuan : 1) Kementerian/Lembaga yang : a) membutuhkan PNS untuk melaksanakan tugas sebagai : (1) Tenaga Pendidik, (2) Dokter dan Perawat pada UPT Kesehatan, dan (3) Jabatan yang bersifat khusus dan mendesak (jabatan yang merupakan pelaksana tugas utama instansi dan jumlahnya sangat kurang apabila tidak diisi pada tahun ini maka menimbulkan dampak secara nasional). Pengertian pada butir terakhir (3) tentang kekurangan PNS Penyuluh Pertanian pada lingkup instansi atau lembaga penyuluhan pertanian secara nyata telah di back up oleh kehadiran THL TBPP hingga tahun 2012 ( catatan : tahun 2012 adalah tahun yang dimaksud dengan kata “tahun ini” pada uraian butir (3) ).

Adapun detil ketentuan IV. Huruf D. Pengangkatan Tenaga Ahli tertentu/khusus menjadi CPNS :
Pejabat Pembina Kepegawaian menyampaikan usulan pengangkatan Tenaga Ahli tertentu/khusus yang dibutuhkan oleh negara tetapi tidak tersedia atau tidak cukup tersedia (masih kekurangan) di kalangan PNS kepada Presiden dengan tembusan MenPAN-RB dan Kepala BKN
Tenaga Ahli tertentu/khusus sebagaimana dimaksud pada huruf a berdasarkan kriteria :
Usia paling tinggi 46 (empat puluh enam) tahun; dan
Telah mengabdi pada negara sekurang-kurangnya 1 tahun pada 31 Desember 2005
3. BKN memberikan pertimbangan teknis pengangkatan Tenaga Ahli tertentu/khusus tersebut kepada MenPAN-RB atas dasar penelusuran database kepegawaian tentang ketersediaan jabatan tersebut dikalangan PNS
4. Menteri PAN-RB memberikan persetujuan prinsip kepada Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN
5. Presiden menetapkan pengangkatan Tenaga Ahli tertentu/khusus tersebut dengan Keputusan Presiden

Uraian di atas menggambarkan bahwa dimungkinkan pengangkatan Tenaga Ahli tertentu/khusus dengan mekanisme penerbitan Kepres. Hanya saja masalahnya bagi THL TBPP adalah terbentur ketentuan butir 2 tentang usia dan masa pengabdian. Tapi poin inilah yang harus secara berani kita pertanyakan kembali karena substansi ketentuan butir 2 tersebut jelas-jelas mengabaikan keadaan-keadaan khusus yang terjadi di lingkungan instansi atau lembaga pemerintah yang menangani penyuluhan pertanian (di lingkup BPPSDMP Kementan) soal pasang surut ketersedian tenaga PNS Penyuluh Pertanian. Kita bisa menerima ketentuan batasan usia dan masa pengabdian dengan limit waktu 31 Desember 2005 untuk Tenaga Honorer K1 dan K2, tapi kita sangat keberatan jika ketentuan tersebut juga diterapkan pada Tenaga Ahli tertentu/khusus karena dengan demikian menjadi tidak berguna lagi penyebutan kategori Tenaga Ahli tertentu/khusus dengan kriteria utama “dibutuhkan oleh negara tapi tidak tersedia atau tidak cukup tersedia”.

Berdasarkan paparan pemikiran di atas kita patut berharap dan mendorong rekan-rekan FK THL TBPP Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melakukan telaah atau kajian lebih lanjut dan mendalam tentang ketentuan yang terkesan sebagai “batu sandungan” tersebut untuk menjadi dasar pertimbangan bagi kemungkinan kita melakukan uji materiil (Judicial Review) karena implikasinya yang telah terbukti menutup jalan bagi proses perubahan status THL TBPP untuk menjadi PNS Penyuluh Pertanian.  Bila diperlukan mari kita mendukung dan mendorong FK THL TBPP Nasional untuk menggandeng partner praktisi hukum yang kompeten (sebagai konsultan) untuk menyiapkan dan menyusun  langkah-langkah yang diperlukan.

Kita telah 2 (dua) kali mengalami peristiwa “pembelokan sejarah” yang mengakibatkan rute perjalanan menjadi lebih berliku. Pertama, saat terjadi perubahan penyebutan nama jabatan dari PTT TBPP menjadi THL TBPP dan kedua saat terjadi penganuliran atau peringkasan jenis atau kategori tenaga honorer dalam RPP Tenaga Honorer dari 5 (lima) kategori menjadi hanya 2 (dua) kategori yang diakui oleh Pemerintah seperti tergambar dalam PP Nomor 56 Tahun 2012. Kita memerlukan langkah-langkah terobosan yang lebih dari sekedar mengikuti irama atau langgam normal untuk meluruskan kembali rute perjalanan agar bisa mencapai titik tujuan. Salah satunya adalah mencoba pilihan langkah ini. Atau sekurang-kurangnya paparan ini dapat menjadi salah satu topik bahasan untuk dikomunikasikan saat Tim FK THL TBPP Nasional melakukan RDPU dengan Komisi II DPR RI nanti. Sebagai sebuah gagasan awal yang sederhana tentu perlu penyempurnaan detil maupun kerangka dan ruang lingkupnya untuk kemudian dapat terwujud menjadi sebuah langkah terobosan yang nyata. Maka marilah kita sempurnakan bersama. Man jadda wa jadda.

Demikian ungkapan terbuka tentang sebuah harapan ini disampaikan.

Wassalamu’alaikum Wr Wb



Bumi Argopuro, 12 Januari 2013

Read More

Arti kesabaran

Sabar adalah kata kata yang mudah di ucapkan namun sulit untuk di lakukan kenapa sulit dan penuh makna sampai Alquran pun bicara tentang kesabaran . Mari kita belajar sedikit sabar kepada se oranh penyuluh dan seorang petani .Dalam dunia penyuluh ada 3 tipe petani petani mandiri ,petani binaan ,dan petani kabina-bina teuing (petani yg selalu jalan sendiri ).............. Lah petani seperti ini yang benar-bener ngejengkelin....... serasa mual kalau sudah berhadapan dengan mereka, tapi bagaimanapun juga mereka harus aku bina....


Catatan : Encum Nurhidayat

Read More

TIDAK ADA ILMU YANG SEMPURNA DIBUMI INI

pada dasarnya manusia itu memiliki sipat yang hampir sama walapun saya tidak berani mengatakan sama oleh karnanya yang membedakan antara saya dan saudara hanya di mana kita mulai belajar .ada yang di mulai dari dasar sebagai siswa taman kanak kanak ada juga yang belajar setelah dewasa dan ada juga yang mungkin belajar karna terbawa bawa.

Pada level ini kita semua tahu bahwa belajar bagi kita di jaman dahulu adalah hal yang mewah yang tidak semua orang bisa mengenyam ataupun mengikutinya ,bahkan untuk melihatpun kadang menjadi mimpi karna di desaku tidak ada yang sekolah.untuk sekolah aku pun harus rela berjalan kiloan meter jauhnya mungkin kalo di ulang aku sudah tak sanggup melangkah karna gemuknya badanku


Saya masih ingat betapa hebat guruku pada saat itu dengan ceritanya yang bisa membakar semangatku untuk tidak bolos dengan tulusnya aku menjadi siswa yang tidak ingin membikin guruku kecewa

Pada suatu hari guruku bercerita tentang seseorang yang ingin mencari guru, dengan di awali keyakinan yang sangat tinggi dan keinginan belajar kepada guru yang akan membawanya kepada hidup yang lebih baik.
pagi sekali sang murid sudah bangun dia berdoa jalan mana yang harus di ambil untuk memulai perjalalan ini dengan semangat arah timur yang di ambil sebagai permulaan pengembaraan .

Selama perjalanan pagi ini menyenangkan bukan main semua tersa indah semua terang benerang burung berkicau petani ke sawah maka penembara ini mulai berfikir apakah ini guru sang guru yang tepat untuk aku menuntut ilmu . dengan sopan sang pengembara meminta supaya diajarkan ilmunya oleh sang matahari dengan tekun pengembara belajar tanpa lelah hingg semua ilmu matahari di bberikan semua tentang kasih sayangnya yang tak pernah memilih siapapun di beri cahaya pohon pohon hewan dan apapun di berikan dengan nikmat yang sama . hingga waktunya sang matahari berkata sekarang waktunya engkau pergi mencari guru yang lebiih baik karna aku belum bisa menutup ilmuku .

Dengan terheran heran sang pengembara bertanya tanya mengapa matahari yang begitu hebat ilmunya masih mengatakan pergilah dan carilah guru yang lebih sakti
sang pengembara pun memberanikan diri untuk bertanya ke mana aku harus pergi wahai guruku matahari siapakah guru yang engkau maksud .

Dengan sabar sang matahari berkata wahai muridku apakah engkau tidak merasakan setiap hari
aku selalu cemas dengan kehadiran awan yang selalu menghalangiku menghalagi sinarku menghalangi pandangan ku sehingga aku merasa sepantasnyalah engakau belajar kepada awan yang aku anggap lebih sakti dariku .aku hanyalah mahluk dengan ilmu yang menjadi tanggung jawabku dan hanja itu yang bisa ku berikan kepadamu . segeralah pergi temuin dan bergurulah sama awan yang lebih sakti dariku .
dengan haru biru perpisahan itu pun terjadi dengan di iringi lagu sayunara maka pengembara pun menemui sang awan sebagai gurunya .

Sang awan yang sakti dengan gagahnya mengapung di antariksa sam bil dengan sesekali menutupi matahari , pengembarapun memulai menyapa " wahai awan sudikah engaku menerimaku sebagai murid ??? dengan lemah lembut sang awan menjawab baik pengembara dengan ilmu yang aku punya marilah engkau belajar apa yang aku bisa engkau akan ku ajarkan .

Hari demi hari pengembara dengan tekun menuntut ilmu hingg pada ahirnya sang guru merasa bbahwa sudah saatnya sang murid harus melanjutkan ke pada penuntutan ilmu yang sesungguhnya .sang awan merasa dia belummampu menutup ilmunya karna selama ini dia selalu di kalah kan oleh angin yang memporak porandakan dan dengan seenaknya mengusir awan kemanapun angin mau.

Hingga pada suatu sore sang awan berkata " pengembara sebenarnya aku hanyalah mahluk yang di ciptakan oleh ALLAH untuk pelengkap alam ini sekian lama engkau telah belajar kepadaku tapi sebaiknya engkau lanjutkan perjalanan mu untuk menuntut ilmu kepada sang angin karna ilmuku belum bisa mengalahkan angin yang perkasa .

Sang pengembara binggung kenapa wwan yang bisa mengalahkan matahari masih di kalah kan oleh angin .dalam hatinya pengembara selalu bertanyatanya seberapa hebatnya angin ????
dengan di iringi lagu gelang sipatu gelang sang pengembara meninggal kan sang guru awan untuk melajutkan berguru kepada angin .

Lama berjalan sang pengembara mencari angin .kemana dia melangkah tapi tak di temukan hingga ahirnya sang pengembara merasa badanya meriang dan ingatapakah ini yang di namakan masuk angin hehheheh ingat lah ia maka dia pun menyapa wahai angin berkehadak kah engaku menerimaku sebagai murid ????? kata pengembara dengan memelas karna ingin diangkat murid sambil bercanda dia berkata ku ampuni walau engkau telah membuatku masuk angin heheheh.

Dengan tulus angin menerima pengembara untuk menuntut ilmu kepadanya .hari berganti dan waktupun berlalu sang pengembara belajar nbanyak tentang angin dan jenis jenis keluarga angin ,ada angin topan ada angin muson ,dan ada juga yang buang anguin heheheh lumayan tuh sehat bagi yang buang dan mules bagi yang menemukan

Hingga pada ahirnya sang agin berkata "pengembara sudah saat nya kau lanjutlkan perjalan mu karna hanya itu ilmu yang aku miliki selama ini aku selalu merasa aku tak sempurna karna aku belum bisa mengalahkan gunung yang beguitu angkuh tak gentar dengan betapa kuat aku berhembus aku merasa sang gunung adalah gurumu brikutnya .

Pengembara merenung apa gerangan sesungguhnya ilmu yang di miliki gunung hingga dengan kesaktianya dapat mengalah kan angin yang begitu hebat???? dengan di iringi lagu angin mamiri sang pengembarapun menuju gunung yaang di maksud oleh begawan angin . dengan sungguh sungguh di datangi gunung sebagai guru sang pengembara dari refrensi rektor angin ,dengan lemah lembut sang pengembara meminta kepada gunung untuk mengajarkan ilmunya .dengan kewibawaan yang sangat tinggi gunung menerima pengembara sebagai murid dengan telaten sang gunung menerangkan betapa kokoh pertahananya dalam melawan angin hingga dengan kekokohanya dia bisa melindungi tumbuh tumbuhan yang ada di tubuhnya tapi di balik ke gagahan ini gunung selalu memikirkan kenapa dengan tikus yang kecil dia bisa di kalahkan gunung malu dengan keperkasaan nya .tapi bagaimana pun ini harus di ceritakan pada sang pengembara karna aku yang perkasa bisa di kalah kan oleh tikus yang kecil tubuhku sakit bolong bolong di sana sini dengan enaknya dan tanpa dosa sang tikus merongrong ku

Hingga ahirnya sang gunung menceritakan kepada sang pengembara .
"Sudah saatnya engaku pergi meninggal kan gunung ini karna ada yang lebih sakti dariku yaitu tikus yang perkasa .........

Sang pengemara bingung haruskah aku berguru pada tikus yang aku sendiri tau aku lebih mulia darinya ataukah ada rahasia ilmu di balik ilmu ?????????


Read More

NGAJI DIRI MEDIA GABAH

THL Padi, THL Gabah, THL Beras, THL Nasi
============================

Imron Rosadi
Dalam bahasa Inggris keempat kata semua di sebut Rice, Rakyat Indonesia mampu menjelaskan ke empatnya menjadi lebih spesifik, Padi ketika masih di sawah, Gabah sesudah di rontokkan, Beras sesudah di tumbuk, Nasi Sesudah di tanak.

Di Acara Jambore Penyuluh dan Karya di Cibodas Cianjur Dr Djafar Hafsah yang mantan Dirjen di Deptan dan sekarang menjadi politisi membenturkan idiom “Seperti Ilmu Padi Makin Berisi Semakin Merunduk” pada kenyataannya tidak setiap saat idiom itu berlaku di dalam kehidupan. Menurut Bapak kita itu, kadang kadang perlu menerapkan Ilmu “Gandum” dimana Yang mampu “ tegak” dalam kenyataan gandum adalah justru gandum gandum yang berisi, yang bulu bulu tajam di sekitar bulir bulir nya mampu melindungi ke”tegak”annya. Berbalik dengan Ilmu Padi, gandum yang merunduk”loyo” justru adalah gandum gandum yang “kopong”



Dalam ilmu bercocok tanam padi, setelah benih terpilih di sebar dan di semai di persemaian yang terbatas, kemudian di pindah tanam di sawah yang lebih lapang. Dalam perkembangannya tanaman padi harus di cukupi kebutuhan air ,pupuk dan di lindungi dari gangguan gulma dan hama. Tibalah saat berbunga,dan bulir bulir padi berisi sari pati nutrisi yang di serap oleh akar dari dalam tanah. Setelah berproses beberapa lama tercapailah kematangan bulir menjadi Padi yang siap panen.

Sekolah dan kampus bertugas menyemai dan menanam bibit padi dan menaburinya dengan berbagai macam pupuk dan di perkenalkan bermacam bentuk gangguan di luar dirinya. Sekolah dan kampus me”lulus”kan dan me”wisuda” siswa dan murid sebagai “Padi” dengan ketentuan prasyarat lengkap sebagai “Padi”

THL TBPP Indonesia sebagai diri manusia masuk di wilayah manakah? Sebagai diri Padi? Sebagai Gabah? Sebagai Beras atau sudah menjadi Nasi?

Setelah lulus sebagai manusia “Padi” di panen menjadi bentuk “Gabah” bertaburan di jemur di halaman kehidupan.

Gabah gabah bertaburan di penjuru halaman untuk kemudian di kumpulkan, di persentuhkan gabah satu dan lainnya.Ribuan gabah bersentuhan, bergesekan,di tumbuk dengan alu-alu di “lesung-lesung”, di tumbuk terus menerus agar kulit keras”sekam” nya mengelupas. Kulit kulit keras itu harus benar benar “tanggal dan mengelupas” agar gabah –gabah lulus menjadi “beras”. Lulus sebagai beras belum juga bisa di makan dan di nikmati keberadaan dan fungsinya. Maka beras beras harus bersedia di”panaskan” dan di tanak di kuali dengan panas yang terukur agar matang sempurna menjadi “nasi” tidak boleh menjadi gosong karena terlalu panas atau matang luarnya saja”nglenis”. Nasi adalah “sempurnanya” kematangan. Barulah nasi nasi menjadi manfaat bagi manusia.

Sungguh GR diriku menyebut sebagai manusia “gabah” walau pernah di “luluskan” sebagai “Padi”. Maka aku ingin bersentuhan dengan ribuan gabah-gabah yang lain agar terkelupas kulit keras “keakuanku”.

Teman temanku yang sudah lulus sebagai “nasi”tolong ajari aku untuk itu.

SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP yang melayang layang itu, aku lamunkan adalah lesung-lesung dimana gabah gabah saling bertemu yang “menyediakan dan merelakan” dirinya bersentuhan dengan gabah gabah yang lain dan bersedia di tumbuk dengan alu-alu, agar tanggal dan terkelupas kulit keras “keakuan” gabah untuk kemudian lulus sebagai beras. Dan nanti setelah di rumahmu masing masing tanak dan masaklah beras beras menjadi “nasi”agar bisa kita selenggarakan “kenduri-kenduri” dengan petani-petani di desa mu.

Sungguh GR diri ini, berani-beraninya menyebut diri sebagai ”gabah”. Jauh di kesadaranku jangan jangan aku belum pernah lulus dan matang sebagai “Padi”

Read More

semangat ya tmn2 THL TBPP seperjuangan


assalamu'alaikum tmn2 THL TBPP seperjuangan....

optimis terus ya dalam do'a, insya Allah ... Allah pasti ngasih jalan terbaik bwt kita, lanjut ataw tidak pasti itu keputusan ataw jwaban dr do'a kita.

tapi ingat tmn2 ,,, do'a aja ga cukup bwt itu, kita jg harus terus berusaha dengan kerja yang sebik baiknya, dan koordinasi terus dengan dinas pertanian setempat, dan pusat .. kali aja bs nolongin kita...

yang terpenting kan Usaha trs, biara ga penasaran !!

untuk Forum Komunikasinya .. tolong atuh, bwt tmn2 yang ga pernah hadir, knp ga bisa nyempetin waktu sih ... sebulan sekali lho ... forum itu kan penting bwt kita, untuk saling tukar info tentang keberlanjutan kita ... yang terpenting nya lg bwt silaturahmi, kita kan dah jarang ketemu... kangen2 nan

ok lah ... sukses bwt smua THL TBPP se Indonesia, smoga harapan kita smua terkabul, Amiiiiinnnn




Semangat trs ya

by
shekok_84@yahoo.com
085718127000

Read More

GAJIH = GAJI

Kinkin Zaenal Mutaqin, SP
Semua Orang tau gajih adalah bagian dari daging yang berwarna putih yang menempel pada karkas atau daging utama, ada juga yang menyebutkan gajih adalah "kerewedan" (istilah Priangan) yang biasa dipake untuk nyate.

Saya masih ingat ketika masih di kampung dulu, menjelang munggah puasa atau hari rayagung (idul adha) anak-anak sebaya saya rame pada manggang sate gajih. Biasanya dipanggang diatas bara arang batok kelapa, ketika cairan lemak telah menetes dan membasahi arang batok kelapa maka aroma gurih pun menyebar ke seantero kampung.

Makanan Favorite saya adalah sate (mohon maaf) testis domba jantan, kandungan lemaknya sangat tinggi, dicocol dengan sambel kecap enaknya luaaaaaar biasa, konon kabarnya untuk meningkatkan vitalitas kaum adam. Setelah tau makanan berkolesterol tinggi kurang baik untuk kesehatan, saya pun jadi urung makan daging domba juga sate testisnya.

Setelah masuk THL kebiasaan makan Gaji (tanpa huruf h dibelakang) kumat lagi, tapi yang pasti bukan makan Gaji Buta lho.Ngomong-ngomong soal gaji, dua bulan kebelakang saya cukup dipusingkan dengan krang .... kring...nya telp/HP maupun SMS, semuanya sama menanyakan kapan gaji turun. Ada-ada saja cara teman kita mengekspresikan pertanyaannya, seperti Kang Jaenudin (THL Jatisari) ngirim SMS serba puitis, Ceu Ipah (THL Cilamaya) sang super heboh, cepat cepat buka rekening baru karena mungkin rekening lama udah penuh dengan gaji tahun yang lalu. Ada Ceu Tita (THL Rawamerta) yang adem ayem saja. Lain lagi dengan kebiasaan Ceu Ai (THL Tlk Jambe Timur) yang suka mengulang ulang pertanyaan. Yang paling ekstrim Kang Tatang (THL Klari) yang mau ngaborong di Ramayana kalau gaji udah keluar. Termasuk saya juga harap harap cemas bisi gaji gak juga keluar sampai nyembrang ke bulan depan.

Minggu ke tiga bulan ini kok tumben telp/HP pada sepi, gak ada satu kata pun SMS yang muncul di layar HP. Selidik punya selidik ternyata gaji bulan ini sudah keluar, itupun saya tau setelah cek ATM dan info dari Kang Umang Rukmana (THL Jayakerta). Pantes saya kehilangan kontak, karena mungkin teman-teman lagi "makmak-meukmeuk" menikmati uang gaji. Saking asyiknya, teman-teman pada lupa uang iuran yang seratus ribu belum pada bayar ke Bendahara (untuk acara piknik tea). Selamat menikmati uang gaji .........!! Ternyata Gajih = Gaji ?? Sama-sama enak dan sama-sama gurihnya

Wallahualam Bisawab

From : Kinkin Zaenal Mutaqin, SP

Read More

MENAGIH JANJI PRESIDENT

Tidak terasa sudah hampir empat bulan kurang sedikit sejak berakhirnya Jambore & Festival Karya Penyuluh II di Cibodas Cianjur Jawa Barat pada tanggal 29-30 November 2008.
Perhelatan yang cukup besar dan megah, banyangkan 4.500 Penyuluh dari seluruh Indonesia tumpah ruah di Cibodas.
Masih melekat dalam ingatan kita ada tiga entri point yang diucapkan oleh Bapak Presiden pada waktu acara tanya jawab, yaitu :

  1. Presiden akan mengeluarkan "Peraturan Presiden" sebagai payung hukum pembentukan "Kelembagaan Penyuluhan Pertanian" baik ditingkat propinsi maupun kabupaten/kota sebagaimana yang diamanatkan dalam UU N0.16/2006 (SP3K). Karena sejak diundangkan tanggal 15 November 2006 : baru 19 propinsi dari 33 propinsi dan 235 kabupaten/kota dari sekitar 440 kabupaten/kota yang sudah membentuk kelembagaan penyuluh. Secara spontan waktu itu Presiden Berkata, " Tagih saya selama sebulan "
  2. Pemerintah akan memberikan insentif yang layak kepada para penyuluh.
  3. Presiden menyatakan akan mengangkat THL TBPP secara bertahap dan tentunya dise-

suaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah. Tetapi hanya mengangkat penyuluh
terbaik berdasarkan performa dan kinerjanya.
Kita semua berharap mudah mudahan itu semua bukan hanya sekedar wacana?


From : Kepala Suku THL TBPP II

Read More

PUISI PENYULU PERTANIAN


Doeloe....sebelum koe menapaki jalan ini
terlihat diri moe begitu indah...begitu..memikat....dan...menggoda asa ku
kesejahteraan yg ditawarkan....kenyaman hidup yg dijanjikan....
semua terbayang begitu natural.....serta menjanjikan.
Potensi yang luas fasilitas terjamin
selalu membayangi dalam setiap jejak langkahku.....

Penyuluh......
jutaan petani mengharap naunganmoe...petatahmu...
ratusan birokrasi...mengandalkan moe
tapi.....kemana dirimoe...?
kau...pesimis....kau apatis....kau cuek...kau engah....
kepana...? kenapa...? kenapa....?

masa terus berganti...imperalisme..berubah...
kekuasaan berubah...iptek bertambah...teknologi berkembang..
gilasan roda waktu terus menggilas diri mu....
sekilas ku tatap wajahmoe tiada ekspresi...senang, muram, semringah menjadi satu
ada apa dengan moe....?
Karya moe.... dinanti... budibhaktimu ditunggu..
kenapa engkau malah prigid....?

sekarang setelah ku tahu apa yg berkecamuk didalam dada moe
dan ku rasa dengan majajiku......
derita moe...ratapan moe...rintihan moe
sungguh ironis nasib moe.....dgn program2 yg super wah...dan biaya yg super dahsyat

puluhan tahun...kau di manduli...tanpa regenerasi
puluhan tahun...kau di manpaatkan tanpa almamater,platform,legalitas yg jelas
bahkan di negeri yg nun jauh di sana...yg katanya moto dan hidupnya lumbung padi...
di bagian belahan bumi terkecil yg entah dimana letaknya...
Penyuluh terpinggirkan...tak punya naungan takpunya tempat bertautan...takpunya biro, tak punya badan, tak punya........ha..ha...ha...
...aku tak bisa menahan kekeh tawaku... bahkan untuk merencanakan Kerja penyuluhpun mereka bingung pada siapa legalitas harus di rekom.......

smoga....engkau...tetap tegar,semangat,aspiratif...
aku yakin...perjuangan moe masih tegar
kau sudah terbiasa...hidup dalam tekanan,himpitan,cercaan,bahkan terkucilkan.
yang pada akhirnya Penyuluh bangkit serta Manunggal bersama petani...



(Cumi..........)

Read More

PENYULUH PERTANIAN KARAWANG

RANGKING